LampungInfo.com, Lampung Timur – Aparat Polres Lampung Timur masih terus memburu Kepala Desa Braja Sakti, Kecamatan Way Jepara, terkait kasus korupsi Dana Desa (DD). Hingga saat ini, hampir dua bulan Kepala Desa Braja Sakti Edy Santoso masih menjadi buruan polisi.

Kapolres Lampung Timur, AKBP M Rizal Muchtar, meminta Kepala Desa Braja Sakti, Edy Santoso, yang masuk DPO terkait kasus korupsi Dana Desa agar segera menyerahkan diri.

Kapolres Rizal Muchtar mengatakan bahwa pihaknya akan terus melakukan pengejaran jika kepala desa tersebut tidak memiliki niat baik atau kooperatif dalam menghadapi kasusnya.

Dalam kunjungan kerja di Polsek Way Jepara, Sabtu (18/2/2023), Kapolres Rizal Muchtar mengatakan bahwa pihaknya meminta bantuan dari para kepala desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan tokoh pemuda untuk mencari tempat persembunyian kepala desa yang buron.

Dana Desa yang dikorupsi Edy Santoso merupakan DD program tahun 2019 dan yang bersangkutan ditetapkan sebagai DPO sejak 7 Januari 2023. Saat ini, kepemimpinan Desa Braja Sakti dilaksanakan oleh sekretaris desa sebagai Pelaksana Tugas (PLT).

Camat Way Jepara, Raden Baruna Jaya, menjelaskan bahwa jika Edy Santoso tidak menyerahkan diri atau tidak tertangkap dalam jangka waktu 6 bulan terhitung dari Januari 2023, maka Pemerintah Daerah akan menunjuk Penjabat (PJ).

Jika dalam waktu 6 bulan yang bersangkutan tidak tertangkap, maka pihak berwenang akan menentukan Pejabat Sementara sebagai Pengganti Antara Waktu (PAW) kades sebelumnya.

Kasus korupsi Dana Desa ini menjadi perhatian serius pihak keamanan untuk menegakkan hukum dan memberikan efek jera bagi pelaku korupsi, serta menunjukkan komitmen pemerintah dalam memberantas praktik korupsi yang merugikan negara dan masyarakat.